.....W E L C O M E TO M Y B L O G....

Minggu, 10 Juli 2011

BEBERAPA NAMA ORANG KUDUS,SANTA dan SANTO PELINDUNG

Daftar Orang Kudus, Santo, Santa Pelindung

Gereja percaya bahwa para Rasul dan para martir yang telah menjadi saksi iman, terhubung secara sangat erat dalam Kristus. Gereja mengangkat mereka sebagai Santa/Santo dan menghormati mereka dengan devosi khusus, bersama-sama dengan Santa Perawan Maria dan para malaikat yang kudus. Gereja memohon bantuan doa-doa mereka. Kepada para kudus ini ditambahkanlah mereka yang pada masa hidupnya dengan setia mengikuti Kristus dan bisa menjadi teladan bagi para umat lainnya. Nama Santo Pelindung kamu apa? sharingkan disini juga..
Ada yang ingin menambahkan?? Silahkan...

Santo Ignatius dari Antiokia
Santo Ignatius adalah Uskup Antiokia pada akhir abad pertama dan merupakan murid dari Rasul Yohanes.
Santo Ignatius adalah Uskup Antiokia pada akhir abad pertama. Dia menggunakan "Theophorus" yang berarti "pembawa Allah" sebagai nama belakangnya, dan dia hidup sesuai dengan namanya tersebut.
Menurut biografinya yang paling awal, St.Ignatius awalnya bukan seorang Kristen, dan dia masuk Kristen dan menjadi murid Rasul Yohanes. Kisah sejarah abad ke-4 menuliskan bahwa Ignatius melayani sebagai Uskup Antiokia selama empat puluh tahun, setelah diangkat disana oleh Rasul Petrus dan Paulus. Antiokia adalah salah satu dari pusat komunitas Kristen perdana yang paling penting (lihat Kisah 11:26) dan mengaku bahwa St.Petrus sendiri sebagai Uskupnya yang pertama.

Kita nyaris tidak tahu apa-apa tentang tindakan-tindakan Uskup Ignatius sewaktu dia menjabat sebagai uskup. Pekerjaannya yang terbesar dikerjakannya sewaktu dia digiring untuk dieksekusi di Roma dalam perjalanan yang panjang "membawa Allah" kepada umat dan gereja-gereja di Asia Kecil.

St.Ignatius dihukum mati selama penindasan dalam masa pemerintahan Kaisar Trajan (98-117). Ketika penindasan berlangsung, Trajan sendiri tidak terlalu ambisius atau habis-habisan, sehingga para pakar menduga bahwa entah St.Ignatius melakukan suatu hal yang memprovokasi penguasa Roma, atau mungkin dia dihianati oleh kaum bidaah. Tetapi mungkin hal itu tidak perlu. Pamornya saja sudah cukup membuat dia menjadi sasaran. Antiokia adalah sebuah kota Romawi yang penting, dan pada masa itu, kota terpenting kedua di kekaisaran Romawi. Dan Gereja di Antiokia, dengan akar-akar apostolik, sangat dihormati oleh umat Kristen dimana-mana. Sebagai Uskup Antiokia selama 40 tahun, dapat dipastikan bahwa pada masa akhir hidupnya, dia adalah seorang yang sangat terkenal.

Santa Teresa dari Avila (Teresa dari Yesus
Salah satu dari tiga wanita yang diangkat menjadi Pujangga Gereja (Doctor Ecclesiae) dan merupakan reformer tarekat Karmelit di jaman pasca reformasi Protestan. Ordo yang didirikannya disebut Ordo Karmelit Tanpa Alas Kaki (OCD). (Tarekat Karmelit Tanpa Alas Kaki). Pada tahun 1970 Sri Paus memproklamasikan Teresa sebagai Pujangga Gereja karena tulisan-tulisannya dan ajarannya tentang doa. Dia adalah satu diantara dua wanita yang dihargai karena alasan ini. Santa Teresa dari Avila adalah pelindung orang-orang yang menderita sakit kepala. Lambangnya adalah sebuah hati dan sebuah panah dan sebuah buku.

Santa Teresa dari Kanak Kanak Yesus
Juga dikenal sebagai St. Therese dari Lisieux, adalah salah satu Santa yang paling populer dan disukai oleh banyak orang sepanjang abad ke-20. St. Teresa dikanonisasi pada tanggal 17 Mei 1925. Sri Paus Yohanes Paulus II memproklamasikannya sebagai Pujangga Gereja, wanita ketiga yang mendapat gelar kehormatan ini, pada tanggal 20 Oktober 1997 dalam suratnya yang berjudul "Divini amoris scientia". St.Teresa dari Kanak-kanak Yesus diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

Santo Robert Bellarminus
Robert Bellarminus adalah teolog dan pakar Yesuit yang sangat menonjol pada jamannya. Dia diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Klemen VIII meskipun ia sendiri sebetulnya menolak pengangkatannya tersebut.

Santo Yohanes Krisostomus
Yohanes adalah Patriark Konstantinopel yang dijuluki "Si Mulut Emas" karena kepandaiannya dalam berbahasa dan keindahan gaya bahasanya dalam homili-homilinya.

Santo Petrus Krisologus
Sangat sedikit yang diketahui tentang Petrus dari Ravenna ini. Petrus dilahirkan di Imola di wilayah Italia utara, mungkin lebih mendekati tahun 380 ketimbang tahun 400. Dia menjadi Uskup Agung Ravenna pada sekitar tahun 430.

Santo Laurentius dari Brindisi
Beliau dilahirkan di Brindisi pada tahun 1559 dengan nama Giulio Cesare de Rossi. Dia dididik oleh kaum biarawan Franciscan di Brindisi dan juga di Venisia. Dia bergabung dengan kaum Kapucin dari tarekat Fransiscan pada umur 16 tahun, dan mengambil nama Laurentius (Italia: Lorenzo).

Santo Maximilian Kolbe
Beliau adalah imam Polandia yang menjadi korban kekejaman Nazi dan meninggal di kamp konsentrasi Auschwitz. Ikutilah kisahnya yang luar biasa! Maximilian Maria Kolbe, lahir 1894, wafat 1941, imam-biarawan Franciscan di Polandia, tahanan di perkampungan konsentrasi Auschwitz yang mengorbankan nyawanya dengan heroik untuk menggantikan posisi sesama tahanan. Dibeatifikasi pada tanggal 17 Oktober 1971. Dikanonisasi menjadi Santo pada tanggal 14 Agustus 1982, dan dipestakan pada tanggal yang sama

Santo Ignatius de Loyola
Pendiri Serikat Yesus, suatu tarekat religius Katolik yang terbesar hingga saat ini. Ignatius dibeatifikasi pada tanggal 27 Juli 1609 dan dikanonisasi oleh Paus Gregorius XV pada tanggal 12 Maret 1622, bersama-sama dengan Santo Franciscus Xaverius. Pesta peringatan Santo Ignatius dirayakan oleh Gereja secara universal pada tanggal 31 Juli, yaitu pada hari wafatnya.

Santo Philomena
St. Philomena adalah satu-satunya orang kudus yang dikenal semata-mata karena mukjizat yang terjadi atas perantaraannya. Tidak ada satupun catatan mengenai riwayat hidupnya. Pada tahun 1802, sisa-sisa tubuh seorang wanita muda, kira-kira berusia 14 tahun ditemukan disebuah katakombe St. Priscilla di Via Solaria.Ditutupi batu-batu dan ada tulisan "Damai besertamu Philomena", disertai gambar 2 jangkar, 3 anak panah dan telapak tangan. Di dekat tulangnya terdapat gelas berisi sisa darahnya. Biasanya didekat makam para martir ditinggalkan simbol, maka tulang-tulang tersebut langsung dikenali sebagai tulang seorang perawan dan martir. Tulang-tulang tersebut kemudian dilupakan karena tidak ada petunjuk mengenai riwayat orang tersebut. Pada tahun 1805, Canon Francis de Lucia dari Mugnano sedang melakukan penelusuran terhadap koleksi langka barang antik orang kristiani, seperti relic di Vatican.Ketika dia menemukan tulang-tulang St. Philomena dia serasa diliputi kedamaian dan kemudian menempatkannya di kapel di Mugnano. Sejak saat itu banyak terjadi mukjizat penyembuhan yang salah satunya terjadi pada (venerabilis) Pauline Jaricot dimana penyakit jantunya disembuhkan. Paus Leo XII kemudian memberi izin untuk membangun altar dan gereja sebagai penghormatan terhadapnya. Paus Gregorius XVI mengumumkan St. Philomena sebagai pelindung Rosario hidup. Kesembuhan paus Pius IX sewaktu masih menjadi Kardinal di Imola juga atas perantaraan St. Philomena. Pada tahun 1849, beliau menobatkan St. Philomena sebagai pelindung anak-anak Maria (Children of Mary). Pesta perayaan diperingati setiap tanggal 11 Agustus.

Santa Rita dari Cascia (1381-1457)
St. Rita bersama dengan St. Yudas Tadeus dan St. Philomena adalah perantara bagi hal-hal yang mustahil. St. Rita lahir di Spoleto, Italia pada tahun 1381.Sejak kecil, St. Rita ingin menjadi biarawati, tapi orang tuanya telah menjodohkannya dengan seorang pria. Demi menuruti nasehat orang tuanya, St. Rita bersedia menikahi seorang pria yang memiliki temperamen keras dan sering memperlakukannya dengan kasar. Suami St. Rita mendidik kedua anak lelakinya dengan keras, sehingga kedua anaknya memiliki sifat yang sama dengan ayahnya. Walaupun St. Rita sering diperlakukan dengan kasar, namun dia tetap menjalankan tugasnya sebagai ibu dengan baik. St. Rita selalu berdoa untuk pertobatan suami dan anaknya.
Setelah 20 tahun menikah, pada suatu hari suami St. Rita ditusuk oleh musuhnya. Di akhir hidupnya suaminya akhirnya bertobat dan kemudian meninggal. Kedua anaknya ingin membalas dendam, namun St. Rita berdoa supaya Tuhan lebih baik memanggil anaknya daripada mereka hidup dalam dosa.Tuhan mengabulkan doa St. Rita. Kedua anaknya sakit dan mereka bertobat lalu mereka meninggal. Setelah semua anggota keluarganya meninggal, St. Rita semakin mendevosikan dirinya untuk berdoa, berpuasa dan melakukan perbuatan-perbuatan baik. St. Rita kemudian masuk ke biara Agustinian di Umbria (Spanyol). Suatu hari ketika sedang berdoa, pada dahi St. Rita menancap duri dari mahkota Yesus dan meninggalkan luka yang dalam dan berbau busuk. St. Rita banyak menderita karenanya dan akhirnya meninggal pada 22 Mei 1457 di usianya yang ke-75. Pada saat meninggal, luka yang ada di dahinya mengeluarkan bau harum. St. Rita sering dilambangkan dengan mawar karena di kebun miliknya, bunga mawarpun tetap dapat berbunga di musim dingin. Pesta perayaan St. Rita jatuh pada tanggal 22 Mei.

Santo Nikolas (350)
Natal tidak dapat dipisahkan dari Sinterklas. Legenda tentang sinterklas banyak yang mengaitkan dengan St. Nikolas, seorang Uskup dari Myra di kota Licia, sebuah provinsi di Asia kecil.St. Nikolas adalah uskup yang peduli dengan orang yang miskin dan tertindas. Pada saat Gereja mengalami masa-masa sulit akibat penganiayaan, St. Nikolas tidak pernah lelah untuk menguatkan umatnya dan juga melindunginya dari bidaah-bidaah. Tidak banyak fakta yang pasti mengenai hidupnya, namun ada satu cerita yang sangat populer mengenai St. Nikolas yang nampaknya menjadi asal mula dari legenda sinterklas. Ketika ada seorang ayah yang ingin menjual 3 anak perempuannya ke tempat pelacuran karena tidak bisa membayar mas kawin untuk anaknya yang sudah harus menikah, St. Nikolas diam-diam menaruh kantong berisi emas di jendela rumah orang tersebut dalam 3 kesempatan berbeda. Kebaikannya ini kemudian menjadi legenda munculnya sinterklas. Pesta perayaan St. Nikolas diperingati setiap tanggal 6 Desember.

Santo Maximilianus Mary Kolbe (1894-1941)tambahan info
Nama baptisnya adalah Raymond. Lahir pada 8 Januari 1884 di sebuah desa bernama Zdunsk, Wola di Polandia.Raymond adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara yang masih hidup. Dua lainnya meninggal waktu masih kecil. Orang tuanya bernama Julis dan Maria. Ketika perang dunia I pecah pada tahun 1914, ayahnya bergabung dengan tentara, namun tertangkap oleh Rusia dan digantung. Ibunya bekerja sebagai perawat dan mengelola toko. Setelah suaminya meninggal dan anak-anaknya dapat hidup mandiri, ibunya tinggal di biara Felician Sisters di Cracow.
Saat remaja, Rayomnd adalah anak yang sangat aktif namun terkadang menyusahkan ibunya hingga ibunya bertanya akan jadi apa dirinya kelak. Mendengar pertanyaan ibunya, Raymond berdoa pada Bunda Maria apa yang harus dia lakukan saat dewasa. Bunda MAria menawarinya dua mahkota berwarna putih (kemurnian) dan merah (kemartiran) dan Raymond mengambil keduanya. Sejak saat itu Raymond berubah menjadi anak yang lebih pendiam dan sangat suka berdoa.
Ketika berusia 13 tahun, Raymond masuk seminari Fransiscan di Lwow. Tahun 1912 Raymond dikirim ke Roma untuk belajar Filsafat dan Teologi. Raymond ditahbiskan di Roma pada tahun 1918. Sesudah penahbisannya, dia mendirikan sebuah kelompok di kalangan biarawan dengan nama "The Knights Of Immaculate" sebagai penghormatan kepada Bunda Maria. Pastor Raymond kemudian kembali ke Polandia dan ditugaskan mengajar filsafat dan sejarah Gereja di seminari Fransiscan di Cracow. Disini dia tetap melanjutkan apa yang telah dirintisnya di Roma, "The Knights Of Immaculate". Dengan seijin Uskup Cracow, Pastor Raymond mengumpulkan orang-orang religius dan awam untuk membentuk kelompok yang bernama "The Militia Of Immaculate" yang tujuannya adalah menaklukkan dunia dengan pertolongan Bunda Maria. Mereka berdoa bersama. Pada Januari 1922 kelompok ini membuat majalah bulanan yang bernama "The Knights Of Immaculate". Pastor Raymond harus berjuang keras dalam mengelola majalah ini, selain karena kekurangan dana juga karena sakit TBC yang dideritanya sejak studi di Roma. Tapi dia tidak pernah menyerah dan ternyata Tuhan juga selalu menolongnya di saat-saat yang tak terduga. Suatu ketika disaat tidak ada uang, pastor Raymond berdoa di Altar Bunda Maria di basilika St. Francis di Cracow. Selesai berdoa Pastor Raymond menemukan amplop berisi uang yang bertuliskan "For you, O Immaculate Mother". Uang itu jumlahnya persis dengan yang dibutuhkan Pastor Raymond saat itu. Dengan usaha keras dan dibantu oleh beberapa biarawan, majalahnya berkembang dengan pesat.
Selain bertugas di seminari dan mengurus majalahnya, Pastor Raymond juga ditugaskan di Paroki di Grodno. Bukan tugas yang ringan dengan kondisi tubuh yang sakit-sakitan tapi semuanya tetap dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.Tahun 1927, dengan oplah majalah hingga 70.000 eksemplar, Pastor Raymond memindahkan produksinya di tempat baru di lahan luas dekat Warsawa pemberian pangeran Polandia Jan Drucki-Lubecki. Bersama para biarawan lain, pastor Raymond membangun Kapel, ruang tidur dan kantor administrasi. Mereka menyebut tempat itu "City Of Immaculate", yang semakinlam semakin berkembang dari 2 pastor dan 18 bruder menjadi 650 biarawan dan 122 siswa seminari menengah. 13 dari biarawan tersebut adalah pastor. Tempat yang disebut Niepokolanow menjadi komunitas Fransiskan terbesar di dunia. 17 tahun kemudian, majalah "The Knights of Immaculate" melonjak sirkulasinya menjadi 750.000 sekali terbit, selain itu majalah lain juga mulai diterbitkan.
Ketika pada suatu hari pastor Raymond bertemu dengan rombongan pelajar dari Jepang di kereta api, pastor Raymond tergerak untuk mendirikan "City of Immaculate di Jepang". Pada Februari 1930 tiba di Nagasaki dimana ada banyak umat Kristiani yang selamat dari penganiayaan selama hampir 300 tahun. Rombongan tersebut disambut oleh Uskup Jepang dan Pastor Raymond diminta mengajar di seminari Nagasaki. Dengan bantuan beberapa orang penerjemah, pastor Raymond menerbitkan majalah "the Knights of Immaculate". Karya pastor Raymond dan rekan-rekannya menarik perhatian baik umat kristen maupun non kristen di Jepang. Dalam waktu 4 tahun, komunitas kecil tersebut berkembang dari 5 menjadi 24 biarawan. Pastor Raymond mendirikan seminari menengah dan dalam 6 tahun ada 20 orang Jepang belajar disana. Para Fransiskan menyebut karya mereka di Jepang sebagai "Mugenzai No Sono" atau "The Garden Of The Immaculate". Pastor Raymond mendirikan bangunannya di atas bukit jaduh dari pusat kota dan bangunan ini selamat dari bom atom yang jatuh di Nagasaki tahun 1945.
Pastor Raymond kembali ke Polandia tahun 1936 untuk mengikuti pertemuan komunitas. Karena melihat perkembangan di Jepang, dia bermaksud mendirikan hal serupa di India, namun karena kondisi kesehatan yang lemah. Pastor Raymond diperintahkan untuk tetap tinggal di Niepokolanow. Spiritualitas pastor Raymond berpusat pada Ekaristi dan Bunda Maria juga cinta dan perhatiannya pada orang miskin.
1 September 1939, Hitler dan tentaranya masuk ke Polandia dan perang dunia II dimulai. Ada kampanye untuk memusnahkan kaum inteligen Polandia khususnya para pastor. Pastor Raymond dan beberapa biarawan dipenjara. Penahanan I tidak lama dan pastor Raymond dapat segera kembali ke Niepokolanow. Nazi menguasai tempat itu tapi membolehkan pastor Raymond dan beberapa biarawan untuk tinggal disana, bahkan diberi izin untuk menerbitkan majalahnya. 8 Desember 1940 adalah kali terakhir majalah itu terbit. Bagaimanapun juga Gestapo menganggap pastor Raymond sebagai ancaman dan memenjarakannya lagi di luar Warsawa di sebuah penjara bernama Pawiak. Para biarawan berdoa untuk kebebasannya dan menawarkan 20 bruder sebagai ganti tapi ditolak. Di dalam penjara pastor Raymond masih dapat menulis surat untuk para biarawan untuk menguatkan mereka. Pada 28 Mei 1941, pastor Raymond mendapat serangan TBC dan dipindahkan bersama 304 tahanan lainnya ke Auschwitz. Di penjara pastor yang lemah itu harus menarik gerobak berisi batu kerikil sebagai bahan konstruksi bangunan krematorium.
Di tengah berbagai siksaan pastor Raymond tetap tenang dan tidak pernah sedikitpun memperlihatkan kebencian pada para penyiksanya, bahkan dia selalu menguatkan tahanan lainnya. Pastor Raymond sering mengajak mereka berdoa bersama. Yang membuat pastor Raymond termasyur adalah keberaniannya menggantikan seorang tawanan lain yang akan dieksekusi. Peristiwa itu terjadi pada 30 Juli 1941 saat seorang tahanan lepas dan penjaga akan mengambil sandera sebagai ganti tahanan yang kabur. 10 orang harus mati kelaparan di bunker. Salah satunya adalah sersan Francis Gajowniczek, yang kemudian digantikan oleh pastor Raymond. Pastor Raymond diletakkan di bunker tanpa makan dan minum. Pastor Raymond masih bisa mengajak tahanan lain untuk berdoa dan bernyanyi. Pada 14 Agustus 1941 pastor Raymond disuntik mati dan esoknya jenasahnya dikremasi.
Pastor Raymond dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada 10 Oktober 1982. Pesta perayaannya jatuh pada setiap tanggal 14 Agustus.

Santo Herman Yosef (1150-1241)
Sejak kecil, Herman Yosef sangat suka berdoa. Dia menganggap Yesus dan Bunda Maria sebagai teman akrabnya. Dia sering pergi ke Gereja untuk berdoa dan menceritakan pengalamannya. Suatu hari Herman hendak berangkat ke sekolah dengan agak tergesa karena hampir terlambat. Ayahnya memberi Herman sebuah apel sebagai bekal. Sambil berlari, Herman sudah membayangkan makan apel yang lezat. Herman berasal dari keluarga yang sangat sederhana, maka apel menjadi makanan yang berharga untuknya. Tapi kemudian dia teringat seorang sahabatnya dan Herman ingin memberikan apel itu padanya. Herman terus bergegas ke sekolah, namun ketika mendekati Gereja, Herman berubah pikiran lagi. Dia akan mempersembahkan apel miliknya untuk bayi Yeses. Herman masuk dan mencoba menyerahkan apel itu pada bayi Yesus yang digendong oleh Bunda Maria, namun Herman terlalu pendek. Dia tidak bisa menjangkaunya. Herman mencob melompat, namun tetap tidak bisa menjangkau Bayi Yesus. Tiba-tiba Bunda Maria memandang Herman dengan penuh kasih lalu mengambil apel itu. Herman sangat senang, lalu bergegas pergi ke sekolah.
Pernah juga Herman datang ke Gereja tanpa memakai sepatu di udara yang sangat dingin. Bunda Maria lalu menunjuk pada sebuah ubin. Herman membalik ubin itu dan menemukan uang yang cukup untuk membeli sepatu. Sejak saat itu setiap kali Herman membutuhkan sesuatu, Herman akan menemukan uang disitu. Pada umur 12 tahun, Herman masuk biara atas permintaan Bunda Maria dan diterima sebagai calon Novis walaupun usianya masih sangat muda. Atas permintaan Bunda Maria, dia menambah namanya menjadi Herman Yosef. Hidupnya diabdikan untuk berdoa, matiraga dan belajar. Setelah menjadi imam, Herman YOsef adalah imam yang sangat rajin. Herman Yosef meninggal pada usia 90 tahun dan dikanonisasi oleh Paus Pius XII pada tahun 1958.
St. Herman Yosef merupakan pelindung anak-anak sekolah.


Diambil dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar